Tersisa Satu Bulan Sebelum Kontingen Berau Berlaga di Porprov Kaltim 2026, Anggaran Masih Minim, Dukungan Perusahaan Dibutuhkan

img

Rapat Dengar Pendapat yang digelar DPRD bersama Dispora dan KONI Berau.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Waktu persiapan kontingen Kabupaten Berau menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII di Kabupaten Paser semakin terbatas. Satu bulan sebelum pertandingan dimulai, persoalan anggaran masih menjadi salah satu tantangan yang harus segera diselesaikan, dimana kontingen Bumi Batiwakkal dijadwalkan berlaga pada 14-27 November 2026.

 

Persoalan pembiayaan tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat yang mempertemukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan DPRD Berau untuk membahas kesiapan keberangkatan kontingen, baru-baru ini.

 

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Berau, Rudi Yanto, mengatakan anggaran yang tersedia saat ini berasal dari APBD murni sebesar Rp1,5 miliar serta tambahan Rp3 miliar melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

 

“Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan kontingen, mulai dari konsumsi, perlengkapan pakaian, asuransi hingga akomodasi,” jelasnya.

 

Namun, dengan jumlah anggota kontingen yang cukup besar, anggaran tersebut masih belum mampu menutup seluruh kebutuhan. Salah satu komponen pembiayaan yang cukup besar adalah transportasi.

 

Kontingen Berau akan menggunakan penerbangan menuju Balikpapan dengan estimasi biaya sekitar Rp1,5 juta per orang.

 

Dari Balikpapan, perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan transportasi darat menuju Kabupaten Paser serta lokasi pertandingan.

 

“Besarnya kebutuhan tersebut membuat upaya mencari dukungan tambahan menjadi semakin penting, terlebih waktu keberangkatan semakin dekat,” katanya lagi.

 

Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, melihat keterlibatan dunia usaha sebagai salah satu opsi untuk membantu mengatasi keterbatasan pembiayaan tersebut.

 

“Kami mendorong Pemkab berau segera mengagendakan pertemuan bersama para pimpinan perusahaan yang beroperasi di Berau. Melalui pertemuan tersebut, perusahaan diharapkan dapat mengambil bagian dalam mendukung kontingen melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),” ungkapnya.

 

Menurut Taupan, pembiayaan olahraga daerah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Apalagi kebutuhan kontingen cukup besar dan harus dipenuhi dalam waktu yang relatif singkat.

 

“Kita berharap dari pihak perusahaan itu meringankan beban, sehingga yang disampaikan Dispora tadi ada kekurangan, itu bisa tertutupi,” ungkap Taupan.

 

Dukungan dunia usaha, lanjut dia, diharapkan bukan hanya untuk kebutuhan keberangkatan. Bantuan juga dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan atlet selama masa persiapan dan pertandingan.

 

Di balik persiapan menuju arena pertandingan, kebutuhan nutrisi atlet juga menjadi perhatian KONI Berau.

 

Taupan menyebutkan, para atlet saat ini masih menjalani latihan secara mandiri dan belum mendapatkan pemusatan latihan secara penuh. Kondisi tersebut membuat dukungan tambahan untuk pemenuhan vitamin dan nutrisi menjadi penting.

 

Apabila nantinya terdapat dukungan dana tambahan dari perusahaan, KONI berharap sebagian dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi atlet.

 

“Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan nanti dengan perusahaan itu, kalau misalnya ada dana lebih cadangan, nah kita bisa kontribusikan untuk vitamin dan nutrisinya,” ujarnya.

 

Meski masih menghadapi persoalan pembiayaan, KONI memastikan Berau tetap ambil bagian dalam Porprov Kaltim 2026.

 

Dari total 64 cabang olahraga yang dipertandingkan, kontingen Berau dipastikan mengikuti 47 cabang olahraga. Taupan tetap menyatakan optimistis para atlet mampu berjuang maksimal meski persiapan belum sepenuhnya didukung fasilitas pemusatan latihan yang ideal.

 

Kini, dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, penyelesaian persoalan anggaran menjadi salah satu pekerjaan penting sebelum kontingen diberangkatkan ke Paser. Dukungan pemerintah daerah, DPRD, KONI, dan dunia usaha diharapkan dapat memastikan kebutuhan kontingen terpenuhi, sehingga para atlet dapat lebih fokus menghadapi pertandingan dan membawa nama Berau di Porprov Kaltim 2026. (sep/FN)